ULASAN JURNAL KLIMATOLOGI TENTANG KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes Spp.) DAN MANFAATNYA BAGI MASYARAKAT LOKAL
Link Jurnalnya
Dari hasil inventarisasi ini diketahui bahwa Kantong semar (Nepenthes sp.) merupakan tumbuhan dengan bentuk unik baik dari corak warna, bentuk kantong dan kemapuan dalam menangkap serangga. Kantong semar (Nepenthes sp.) merupakan salah satu tanaman yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Abstrak ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat
keanekaragaman kantong semar (Nepenthes sp.) dan serangga yang terjebak di
dalamnya yang terdapat di Taman
Wisata Alam Sicike-Cikeh, Cagar
Alam Dolok Sipirok, Cagar Alam Dolok Sibual-buali dan Suaka Alam Air Putih serta untuk mengetahui perbedaan tingkat
keanekaragaman jenis kantong semar (Nepenthes sp.) dan serangga yang terjebak
di dalamnya pada hutan terbuka dan hutan tertutup.Jenis penelitian yang
dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan
adalah metode survei dengan teknik Purposive sampling.
Dari hasil yang
diketahui jumlah kantong semar (Nepenthes sp.) yang diperoleh di hutan terbuka
sebanyak 3 jenis yang terdiri dari Nepenthes mirabilis, Nepenthes rafflesiana
dan Nepenthes gracilis dengan serangga yang terjebak di dalamnya terdiri dari 2
ordo yaitu ordo Diptera dan ordo Hymenoptera. Sedangkan jumlah kantong semar
(Nepenthes sp.) yang diperoleh di hutan tertutup sebanyak 2 jenis yang terdiri
dari Nepenthes ampullaria dan Nepenthes rafflesiana dengan serangga yang
terjebak di dalamnya terdiri dari 2 ordo yaitu ordo Diptera dan ordo
Hymenoptera.
Masyarakat lokal juga
menggunakannya sebagai kearifan yang tidak merusak populasi bahkan menjadi ciri
khas daerah masing-masing. Penggunaan sebagai obat mata selama ini dinilai aman
namun perlu kajian yang lebih mendalam secara medis, seperti khasiatnya maupun
kandungan air yang memberikan efek positif untuk mata. Sedangkan pemanfaatan
batang kantong semar untuk pengikat selama ini hanyalah alternatif sehingga
belum mencapai tingkat mengkhawatirkan bagi keberadaan tumbuhan tersebut.
Keragaman penggunaan ini menambah kekayaan budaya Indonesia yang mampu
memanfaatkan kantong semar Iebih dari sekedar tanaman hias. Perlu
diinventarisir lebih lanjut pemanfaatan oleh masyarakat di daerah maupun suku
lainnya.
Comments
Post a Comment