Posts

Showing posts from June, 2020

SIFAT-SIFAT DASAR KAYU KADAR AIR PADA POSISI AKSIAL DAN RADIAL KAYU SUKUN (Arthocarpus communis, J.R dan G.Frest)

Image
I. PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Kayu  adalah bagian  batang  atau cabang serta ranting  tumbuhan  yang mengeras   karena mengalami  lignifikasi  (pengayuan). Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot ( meja ,  kursi ),  bahan bangunan  ( pintu ,  jendela ,  rangka atap ), bahan  kertas , dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya. Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi  selulosa  dan  lignin  pada dinding sel berbagai  jaringan  di batang. Ilmu kayu ( wood science ) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat-sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan. Beberapa jenis kayu dipilih karena bersifat kedap air,  isolator , dan mudah dibentuk dan k ayu juga merupakan bahan yang mempunyai sifat higroskopis,dapat menyerap dan ...

Laporan Praktikum Erosivitas Konservasi Sumber Daya Alam Hayati

Image
I.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang                 Air merupakan penyebab utama terjadinya erosi. Banyaknya air yang mengalir di atas permukaan tanah tergantung pada hubungan antara kapasitas infiltrasi tanah dengan kapasitas penyimpanan air tanah. Tumbuhan yang hidup di permukaan tanah dapat menambah cepatnya infiltrasi, memperkecil kekuatan perusak butir-butir hujan yang jatuh, daya dispersi, serta mengurangi daya angkut aliran di atas permukaan tanah. Manusia juga sangat berperan dalam menentukan baik atau rusaknya tanah yaitu pada perlakuan terhadap tumbuhan-tumbuhan dan tanah. Prediksi erosi pada sebidang tanah (lahan) adalah metode untuk memperkirakan laju erosi atau bahaya erosi yang akan terjadi pada tanah dengan bentuk penggunaan lahan dan pengelolaan tertentu. Prediksi erosi yang umum dipergunakan pada saat ini adalah model parametric yang dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1978), yang disebut the Un...

LAPORAN EMISI KARBON DAN SUBSIDEN DI LAHAN GAMBUT -PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT DAN PASANG SURUT-

Image
I. PENDAHULUAN A.      Latar Belakang           Daerah tanah gambut di Indonesia luasnya mencapai 21 juta hektar (Wahyunto dkk, 2003, 2004, 2007) yang tersebar di beberapa pulau, diantaranya Sumatera 7,2 ha, Kalimantan 5,8 ha, Papua 8 ha. Menurut paparan Sumaryono (2008), luas lahan gambut di Indonesia 20,1 juta hektar atau sekitar 70 persen dari total area lahan gambut di Asia Tenggara, bahkan menempati urutan terluas ke-4 di dunia setelah Kanada, Rusia dan Amerika Serikat. Pada mulanya daerah tanah gambut kurang diperhatikan dan tidak menarik secara ekonomi, tetapi karena pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan memaksa orang membangun diatas tanah gambut. Gambut yang ada di Indonesia sekarang ini terbentuk dalam waktu lebih dari 5000 tahun (Hardjowigeno,1997) dan merupakan jenis gambut tropis yang terbentuk sebagai hasil proses penumpukan sisa tumbuhan rawa seperti berbagai macam jenis rumput, p...